Lompat ke konten

Mengenal R-Value Pada Insulation material

Kalau Berbicara mengenai material terutama peredam panas sudah tentu tidak akan terlalu lepas dengan R-Value.

Namun untuk orang awam, mungkin akan bingung apa yang dimaksud dengan R-Value. sejatinya R-value adalah satuan ukuran untuk mengukur ketahanan panas suatu benda atau seberapa besar sebuah benda bisa menahan perambatan panas. semakin besar R-Value yang dimiliki sebuah benda, maka akan semakin baik performa sebuah benda untuk mencegah perambatan panas.

sebagai contoh, jikalau anda menggunakan blow torch dan mengarahkannya ke sebuah kaleng atau alumunium coil, maka alumunium coil tersebut akan cepat terasa panas. namun jikalau anda mengarahkan Blow Torch ke sebuah dinding beton, akan ada jeda yaitu lapisannya akan menghangat dahulu sebelum menuju titik panas. bisa disimpulkan dari percobaan tersebut, dinding beton memiliki R-Value yang lebih tinggi dibandingkan alumunium coil karena dinding beton memiliki thermal break lebih baik.

Pertanyaan berikut yang sering muncul adalah, jadi seberapa besar R-value yang diperlukan untuk mencegah heat transfer atau heat loss yang terlalu cepat sehingga efisiensi bisa tercapai? sejatinya kebanyakan perumahan di indonesia memiliki R-Value untuk dinding di kisaran R-9 sampai R-13 dikarenakan kurangnya kesadaran akan pentingnya material insulation. sementara di luar negeri memiliki R-Value di kisaran R-19. untuk standard sejatinya setiap perumahan memiliki R-Value untuk atap R-30 sampai R-40.

Bagaimana menaikkan R-Value?

-Menggunakan Material Peredam yang tepat guna tentu akan membantu menaikkan R-value. penggunaan bubble foil tentu akan berimpact akan tetapi perlu dibarengi dengan material lainnya seperti Glasswool atau Rockwool.

-Menargetkan R-Value Tertinggi kepada kontraktor pada saat pemasangan insulation. karena pada prakteknya di R-Value yang tertinggi tetap ada toleransi sekitar 10 -15% plus minus.

-berpikir diatas R-Value Standard, selagi kita mencari cara agar mempersempit gap sehingga perpindahan panas lebih sedikit, berpikir kreatif pada sudut-sudut yang belum tentu terpikir oleh kontraktor akan membantu karena pada dasarnya penghuni akan lebih bisa merasakan dimana kira-kira terjadi kebocoran di sudut-sudut yang tak kasat mata.

Semoga artikel ini bisa membantu mengenal lebih pada R-Value dan material peredam lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *